[FanFic] Sacrifice of Love

 

TITLE: Sacrifice of Love

Author: Vita *mian y

Cast: Micky n Xiah junsu TVXQ

Genre: Drama

Rating: Remaja

Disuatu pagi yang membuat hari ini merubah sikapku

“Aku ingin mendengarkan lagunya lagi, ayolah Junsu-chan berikan aku lagunya”, pintaku.

Oh kenalkan aku Vita  aku lahir diIndonesia tapi sejak kecil aku suka membaca komik dan menonton animasi jepang maupun Korea , tetanggaku bernama Kim Junsu dan Park Yoochun mereka orang imigran semuanya. Mereka sudah tinggal cukup lama diIndonesia dan mereka menjadi temanku selama ini hingga aku berumur 15 tahun seperti sekarang.

“Vita kamu berangkat sekolah jam berapa ini sudah siang” tanya Junsu, dengan kaget aku menjawab

“ouh ouh… sebentar..iyya sekarang aku berangkat”, sambil menyela air susu ditepi bibirku.

Junsu adalah tetanggaku yang paling aku sukai dia sahabat sekaligus kakaku.

Srek srekk sreek.. Junsu mebuka garasinya dan mengeluarkan mobil ferrari merah kesukaanya bersinar merah menyala seperti api dimataku pantulan sinar surya yang ikut membuat mataku ini terus berkedip dipagi hari.

Fiuhhhh. . . . . . . . . . . . .  !! hembusku !. aku duduk didepan, disebelah kursi Junsu dan Junsu pun mulai menyalakan lagu dan mengalun sebuah alunan lagu yang mengingatkankanku pada sesuatu .

Ucapku girang “ Stand by you !!! ini lagu kesukaanku kamu menyukainya ?”.

Dengan terbata-bata Junsu langsung mematikan radio mobilnya, dia menjawab,

“Aku tidak tahu itu hanya lewat diradio”.

Aku menggangguk dengan iya. Dijalan sebelum kesekolah, Junsu langsung menghentikan mobilnya dan menyapa tetangga terbaikku yang ke-2 Yoochun

”Anyeong Yoochun”, sapa Junsu

Kata-kata yang biasa dia ucapkan dipagi hari bila mereka bertemu dengan kata guyonan Yoochun menyapa ku,

“ Hei pergi kesekolah atau kepasar, berantakan sekali” sambil mengacak-acak rambutku, aku tunduk tertunduk menerima kebiasaan Yoochun yang seperti itu. Jawabku kesal,

“Aku pergi mencangkul ke sawah”.

Kumelihat senyum Yoochun yang tidak biasa entah kenapa dia seperti berbeda melihatku hari ini. Lalu dia memegang tanganku dingin tanpa bicara dan melepaskanya. Terakhir Yoochun memberikan senyuman yang kurasa janggal padaku. Junsu pun menutup jendela mobil dan menjauh pergi meninggalkan Yoochun yang terus kupandang smpai ku tak melihat sosoknya dikaca .

“Ayo sudah sampai anak malas “ seru Junsu,

sambil menatap ku yang sedang meliaht layar handphone ku , dalam hatiku berkata Yoochun kenapa. Entah itu suara radio diangkot  yang lewat, ataukah kakak kelasku yang sedang membaca novel Korea aku berpikir dalam hati,

“ada yang berkata saranghaeyo kepadaku”.

merasa itu hanya khayalan ku saja aku mmbuang pikiran itu dan kulihat Junsu tersenyum padaku dan meninggalkanku didepan sekolah seraya menancap gas mobilnya dengan cepat.

Treett treeet..

Jam pelajaran Bahasa Inggris pun sudah selesai, walau telah kubuang jauh-jauh tapi pikiran tu selalu mengetuk pikiranku disela-sela waktu, terlintas dipikiranku Junsu yang mengatakanya, ku berkata dalam hati,

“siapa lagi kalau bukan Junsu diakan orang Korea Selatan satu-satunya yang ada tadi pagi digerbang sekolah !”

“ Woi lagi apa non” seru uus temanku yang membuyarkan pikiranku.

”Non mikirin tetanggamu yang kece kece itu ? ato mikirin Pak Pulton yang ngegap kamu tadi lagi ngelamun dipelajaranya ya ?”.

“Ehhh uus, ohh gapapa ko , I’m okay!’, seru ku.

Bel pulang sudah tiba Yoochun membawa mobil Audi R8 nya menjemputku. Aku heran kenapa dia menjemputku biasanya Junsu. Tanpa banyak bertanya aku menghampiri mobil Yoochun diapun membukakan jendela mobilnya dan mengisyaratkan aku untuk masuk. Beberapa menit aku diam tersipu seakan aku berbicara dengan orang lain Yoochun pun terdiam tak mngeluarkan sepatah kata tiba-tiba dia menghentikan mobilnya dan mulai berbicara padaku

“Vita maafkan aku bila ini salah dan menyakiti mu atau kau merasa dibohongi oleh ku”.

Dia mulai menyanyi sebuah lyric lagu Jepang untukku

“Doushitte kimiwa Sukki ni natte Shimattan Darou ?”

Selintas ia sedang bernyanyi aku mulai menyadarinya bahwa suara Yoochun itu bagus.

“Yoochun suara mu bagus dan  lagu ini aku menyukainya wah kamu juga suka ya seneng deh kamu suka”, ucapku sumringah.

Namun Yoochun mulai memegang bahuku dengan keras namun lembut dia bilang

“ Bukan siapa yang menyanyi lagu itu tapi maksud dari lagu itu”.

Aku tersigap dan mulai memutar otak lagi menerjemahkan lirik jepang itu. Aku tercekat kaget ada apa ini Yoochun mau mengatakan apa.. Kata-kata yang aku pikirkan keluar dari mulutnya dia berkata

“AISHITEIRU”

Dengan lembut dan menggetarkan hatiku sesaat aku membeku. Aku mulai merasakan virus-virus yang harusnya tidak boleh keluar dari kandangnya. Aku gak mau ini terjadi pikirku. Tapi semua ini berlanjut sepanjang perjalanan pulang kerumah, Yochun yang langsung menatapku dan memperlakukanku dengan begitu lembut bukan seperti biasanya membuatku terdiam 1000 bahasa yang masih tercengang dengan pengakuan isi hati Yochun. Sesampainya dirumah Yochun mendekatiku yang masih ada didalam mobil berdua denganya, dia mendekatiku semakin mendekatiku, sampai kau merunduk dan meringis

“Yochun jangan lakukan itu !’, ucapku dalam hati.

Yochun membuat hatiku berebar dan pipiku memanas.

“Sayang kamu bisa pulang sekarang !”, ucapnya lembut

“Hahh. . . . !! Apa yang terjadi tadi ? Yochun tidak menciumku !”

“Kamu tadi terus terdiam jadi kubukakan seatbelt itu !”, ucap Yochun yang langsung menjawab pertanyaan hatiku.

Aku hanya bisa mengambil nafas panjang dan ku mulai berpikr dengan sapaan ‘Sayang’ yang tadi dia katakana untukku tadi. Aku keluar dari mobil dan berjalan kerumah semampuku, lututku jatuh lemas,

“Ada apa hari ini kenapa bisa seperti ini ?”

Aku berjalan kekamar mengganti bajuku dan membiarkan tubuhku jatuh ditempat tidurku. Tak lama kudengar suara yang memanggil ku dan aku tahu suara siapa itu yang terdengan seperti suara petir diasiang hari yang panas “JUNSU”.

“Vita ayo kita kelapangan kita main volly’, serunya dari luar.

Aku berpikir sejenak daripada aku memikirkan hal yang tadi lebih baik aku bermain dengan Junsu untuk melepaskan semua yang menjadi penatku.

Plak. . plakk .. plakkk. . . . .

‘Smash Vita !”

“Plakkkk !!!”

“Hosh hosh hoshh“

“Vita aku lelah lebih baik kita sudahi dulu” ajak Junsu.

Aku menuruti dengan mengikuti dia ketempat duduk istirahat.

“Tik tik tik dressssssshhhhh… “hujan”.

Hari yang tadi panas pun tak kusangka berubah menjadi awan mendung yang membawa rombongan hujan dan  hujanpun turun  tanpa permisi.

“Huuuuhhh menyebalkan !” geram ku dalam hati

Aku melihat hujan yang  turun sati emi satu mengingatkanku pada kejadian tadi, dalam hatiku berbisik,

“ Sekarang Yoochun sedang apa ? apakah dia memikirkan kejadian itu ?”

Tubuhku yang mulai kedinginan karena derasnya hujan begitu membutuhkan sesuatu yang bisa mngahangatkanku .

“Hangat apa ini ”, ucapku dalam hati

“My god Junsu !”, ucapku tercengang didalam hati. Dengan speechless aku melihat tanganya menyentuh tanganku namun dia tidak melihatku melainkan dia melihat hujan yang turun ditengah lapang namun dia makin mempererat genggamanya seperti mengetahui aku begitu kedinginan. Dia begitu dingin tetapi lembut aku tersentuh dengan hal itu. Hujan pun seperti mendukung supaya Junsu terus menggenggam tanganku dan tidak melepasnya. Hujan benar-benar datang keroyokan tidak mau berhenti. Akhirnya Junsu memutuskan untuk pulang dengan mengajakku hujan-hujanan. Tanganya masih memegang tanganku yang mungkin dia harap bisa menghangatkan aku yang kedinginan. Ketika ditengah jalan hampir sampai kerumah dia berhenti dan melepaskan genggamanya melainkan menggenggam aku

“DIA MEMELUKU”.

“Kenapa ?, ada apa lagi ini ?’, ucapku yang benar-benar membuat hatiku tak hentinya-hentinya berdetup kencang hari ini begitu aneh.

Dengan suara terbata-bata dan kerasnya suara hujan dengan tetes hujan yang mengalir dari ujung rambutnya menetes kepundaku dia mengatakan

“Nobody cant stop me to say i love you”, ucapnya perlahan yang menghangatkan telingaku.

Aku bingung sejuta bingung ditengah hujan ini dia mngatakan hal yang tak pernah kukira

“NOBODY CANT STOP ME TO SAY I LOVE U”

Aku tahu apa artinya itu apakah ini juga pengakuan cinta dari Junsu seseorang yang tak pernah kukira selama ini mengatakan cintanya padaku, yang telah kuanggap dirinya seperti kakakku sendiri.

Setelah megatakan itu dia mempererat pelukanya mencoba menghangatkanku dianatara derasnya hujan yang membuat kami menggigil, sesaat kemudian Junsu melepaskanku sembari menatap diriku dengan tajam dia berkata,

“Aku cinta kamu, jadilah milikku, dan jadikan aku sebagai milikmu”.

Would you to be mine ?

Aku terdiam mematung, seperti terkena sambaran gledek yang begitu kuat, kukira dia hanya mngungkapkan perasaanya seperti Yochun tapi Junsu benar-benar ingin menjadikanku sebagai kekasihnya. Aku tak pernah mengira ini akan terjadi susah bagiku untuk membayangkan hal ini. Aku bingung sejuta bingung orang yang paling kusayangi ternyata menyayangiku lebih dari seorang sahabat Junsu ~ Yochun. Aku harus bagaimana sedih senang atau aku harus  arrrggghhhh bingungggggggggggggggg.

Junsu kembali memelukku dan tak kusadari Yoochun ada didepan mataku menyaksikan aku seperti ini bersama Junsu, hujan bagai partikel atom yang ikut jatuh mengalir di tubuhku dan mematikan detak jantungku. Bagaimana ini ? apa yang akan terjadi …

Yoochun ..Junsu…hatiku …… ??

(PART 2)

“Kau memilih yang mana ?” seru ke2nya

Dengan hatiii yang tak siap menerima ini semua aku berjalan ketengah-tengah mereka melihat wajah mereka yang begitu haus akan jawaban , semua kenangan dengan kereka langsung terbayang berlintas seperti sebuah peredaran zaman diotaku aku tahu hanya satu kata “LARI” aku tak sanggup menerima runtutan kejadian ini sekaligus, aku berlari meninggalkan mereka berdua dengan perasaan kecewa. Sungguh aku tidak bisa memilih. Entah apa yang ada didalam pikiran mereka kenapa mereka harus memilih aku apa yang akan kulakukan selanjutnya ?. Kupikir hari esok tak kan semudah yang bisa kujalani.

Brukk. . . . . .

Kuhempaskan badanku keatas tempat tidur pelampias lelahku disaatku benar-benar terkantuk. Tak sadar bila tubuhku itu basah kuyup karena hujan, aku tidak memikirkan semua itu yang kulihat adalah remang-remang foto ku bersama Junsu dan Yoochun yang terpajang dimeja kamarku ketika kami bertamasya waktu itu , aku pun mulai dibawa sang raja mimpi kedala istanya didalam bunga tidurku.

Tok tok tok…

Suara ketukan pintu yang begitu keras sehingga membangunkan diriku yang sedang tertidur kutengok kearah jam,

“oh My God ini sudah jam 8 aku belum mandi !” pikirku,

Namun ketukan pintu itu tidak mau kalah dengan pikiranku dia lebih keras mengetuk pikiran ku, dibanding pikiranku sendiri. Dengan muka yang sedikit aneh, ibuku bertanya

“Ada sesuatu yang terjadi diantara kalian?”

Aku menjawab dengan setengah mabuk

“tidak eh iyaa, eh enggak iyaa tapi enggak mau !”,

Ibuku tersenyum mendengar jawabanku mungkin dia tahu aku sedang gila atau mungkin benar-benar gila. Tapi dia mengerti dan meninggalkan aku sembari berkata cepat mandi. Akupun tidak melambatkan perintah ibuku aku langsung pergi kekamar mandi dan mengguyur tubuhku dengan air dan berharap kejadian tadi bisa ikut terbawa alir air yang turun dari badanku.

Hp ku berdering dan aku sebenarnya tidak ingin mendapat telfon dari siapapun.

“Anakedo yume wo kagi atsume. . . .

halooooooo….. ini siapa ya…?”, tanyaku

Dan my god seolah runtutan kejadian hari ini tidak ada habisnya Yoochun menelponku..

“Anyeong…”

“Ah Yochun ada apa ?

“Aku hanya ingin tahu keadaan mu semoga kamu baik-baik saja !”

dia menyapa ku dengan keheningan malam dengan lembut dan kembali meluluhkan hatiku . Dia berkata diakhir telfon

”Aku akan tetap mengejar mu karena hanya kamu penyemangat jiwaku !” telfon itu ditutup dengan akhir kata yang membuat pipiku memerah dia berkata

“I Love U”.. tut tut tut.

Aku terbuai dengan kata-kata Yoochun dan hp ku mulai bergetar kembali dan sms dari Junsu,

Kamu baik-baik saja ?

Aku mengkhawatirkanmu

Aku gak mau gadis yang kucintai sakit !

Aku mencintai kamu ^_^

Pengirim : Junsu

05-05-09  20:54

Aku lelah aku ingin tidur dan merebahkan tubuhku dan melepas sejenak bebanku hari ini.

Triiiiiiiing triiiiiiiiinggggg

gubrakkkkkkkk…

“AW”, jerit ku

“Yaampun aku jatuh dari tempat tidurku”.

Aku lihat jam menunjukan pukul 05.00. Aku tidak tertidur lagi , aku memikirkan hari ini bagaimana bisa kulewati, ……

“Mah, vita berangkat sekolah yaaa, smikum !”

Aku mengendap-ngendap mencari angkot untuk kunaiki. Sebelum bisa naik angkot aku langsung dicegat mobil hitam sehingga aku bisa mengaca dikaca jendela mobil itu dan hatiku tersentak

“My God Yoochun !”,

Aku berpikir 1000 kali lipat mengapa aku tetap bisa bertemu dengan dia, ini masih pagi, dia membukakan pintu mobilnya untuku dan sambil menggenggam tanganku seraya terucap

“berikan aku kesempatan untuk bisa mendapatkanmu”,

Dengan tatapan penuh keyakinan dan kelembutan, aku tidak bisa menolak aku hanya menggangguk kepadanya.

“Aku tidak menyangka bukan aku saja yang mencintaimu disini ,bahkan Junsu sahabat ku snediri mencintaimu, huuuft dunia ini begitu sempit !”.

Aku tertunduk tak ingin mengingat ini. Tiba-tiba dia berkata

”Jangan karena dia sahabatku aku akan melepaskan kamu”.

Seraya menambah kecepatan mobilnya. Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… inginku berteriak sekencang-kencangnya seperti kecepatan mobil ini.

“huuhh pelajaran sejarah akhirnya beres juga, ganti baju ahg”, ucapku

“Mau kemana vit?” tanya Ego salah satu temanku.

”Eskull Volly”…

“OOOhhhhh” ,jawab Ego..

Plak-plakkk plakkk….

“huuhhhh cape, jam berapa nii ….” Lelahku

Jam tanganku menunjukan pukul  17.30

“Haduh harus cepet-cepet pulang kehabisan angkot nii!, pak pulang duluan yah uda sorre nii?”.pintaku tergesa-gesa

“Ok vit nanti Kamis jangan lupa latihan”, jawab pelath volly ku.

Ka Kellyn kakak kelasku berteriak memanggilku

“Vita~ ada yang jemput kamu didepan!’’.

Dengan perasaan penasaran siapakah yang menjemputku aku berlari kedepan dan aku melihat sesosok laki-laki memakai kacamata hitam, bercelana jeans, memakai kaos dan jaket kulit hitam yang menurutku setelan  cowok keren cool and sempurna. Ketika dia berbalik dan membuka kacamatanya ,aku baru tahu kalau itu Junsu, sepertinya hanya angin yang tidak bisa diam melihat keadaan ku yang seperti patung dihadapan Junsu, dia menghampiri ku dan memegang tanganku.

“ ikut denganku?”.

Didalam pikiranku aku berpikir mereka seperti berlomba-lomba mendapatkan perhatian dariku, aku hanya bisa mengiyakan karena tidak ingin membuat mereka kecewa.. Junsu memakirkan mobilnya disebuah taman yang indah dan ada kolam ditengah taman itu, matahari yang menjelang terbenam menampakan sisa sinarnya dipipiku yang merona, aku berlari menuju kolam dan aku melihat bayanganku diatas air kolam tak lama ada sesosok laki-laki menghampiriku dari belakang  dan memeluku erat dan hangat tanpa banyak berpikir aku tahu itu Junsu. Entah itu adalah sinar sunset matahari dipipiku atau kah memang pipiku berubah menjadi telaga warna merah. Tapi aku begitu merasa dilindungi oleh Junsu dan merasakankehangatan yang ingin disampaikan oleh Junsu, aku melihat bayanganku dan Junsu diatas air, Junsu berbisik, dan melantunkan sebuah kata,

“ in my heart, in my soul I want to love you baby you don’t know how much I love you like a sun  rising up I cant stop loving you”.

Hangat ditelingaku dia mempererat pelukanya hingga kusadari matahari sudah tak menemani kami lagi.     Nafasnya dingin membisiku

“Kita pulang”.

Dia memegang tanganku disepanjang jalan. Sebelum dia berbicara sepatah katapun untuk menjelaskan maksud membawaku kesini aku sudah tahu kalu dia memang menyayangiku hatiku mulai gelisah kembali.

Brukkk..

Junsu menutupkan pintu mobil untukku, lalu dia menyalakan mesin dan membawa ku pulang, sedikit-sedikit aku mencuri waktu untuk bisa melihat Junsu, aku melihat rambut yang berwarna hitam menyinari mataku yang melihatnya, sepasang mata yang sedang memperhatikan kedepan dengan begitu tajam, hidungnya yang begitu mancung, kulit putih dan lembut diseluruh wajahnya, bibirnya yang merah membuatku berpikir sejenak dan aku berkata didalam hatiku.

“Junsu adalah laki-laki yang sempurna, dia tampan”.

Tiba-tiba wajah yang sedang kudeskripsikan itu mulai memalingkan seluruh kelebihanya sembari memberikan sentuhan manis dibibirnya ,Junsu tersenyum manis padaku, seakan aku bisa menangkap dari matanya,
“AKU CINTA KAMU”.

Ketika aku sudah sampai dirumah aku tahu apabila Yoochun sedang memperhatikan kami diatas balcon rumahnya aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku pikir ini sebuah keadilan untuk keduanya. Namun entah apa maksud Junsu melakukan itu entah ingin membuat Yoochun cemburu atau apa, dia membukakan pintu untuku dia meraihku dengan lembut dan memperlakukan aku bak seorang putri mengantarku kedepan rumah dan speechless aku benar-benar tersentak menjadi patung yang siap dihembuskan angin dan menjadi puing-puing abu.

“Junsu mencium keningku, dengan lembut dan penuh kasih” dalam hatiku, lalu dia berkata .

“Kamu adalah orang paling berharga dalam hidupku, My Love always for you and just you, apapun akan kulakukan untukmu”.

meninggalkan serpihan rindu yang akan terus menuai, dan meninggalkan kecemburuan bagi Yoochun. Aku berseri-seri memasuki rumah dan masuk kamar dengan senyum yang lebar dan aku mengambil nafas panjang dan mengeluarkanya seraya detak jantungku yang masih berdebar kencang akibat kejadian tadi, dan pipiku tubuhku masih merasa hangatnya kecupan manis itu ,

“Jantungku apakah masih berdetak, suhu tubuhku apakah naik drastis menjadi 1000K, aku masih belum percaya Junsu mencium keningku”.

Aku menghempaskan diriku keatas kasur dan terus membayangkan wajah Junsu dan senyuman manisnya. Tak lama menikmati suasana itu ketukan pintu yang begitu keras kembali mngetuk… s

ambil menggerrutu…aku berbicara

“Aku paling benci ketukan ini, terlalu keras , ibuku kuat sekali bisa mengetuk sekeras ini jangan-jangan ibuku keturunan batu, apa Samson atau parahnya kingkong ” pikirku sejenak.

Aku membuka sambil tersenyum memaksa,

“ada apa ibuku sayang”,..

“Ada Yoochun didepan, cepat temui dia!”.

Perkataan Ibuku langsung kontan membuatku kaget, baru aku mengalami sesuatu yang indah bersama Junsu dan berpikir untuk menerima cintanya, datang lagi Yoochun yang entah apa yang akan dia lakukan kali ini. Aku menghampirinya dibalcon dirumahku.

“Yoochun”, seruku pelan.

“Kau sudah datang, cepat kesini.!”

Yoochun langsung meraih tangan ku dengan cepat dan melepaskanya kembali sesaat aku sudah ada dipilar pagar balcon rumahku dia berjalan kebelakang meninggalkanku dan aku menunggunya. Sesaat kemudian angin malam yang menusuk tulangku mulai terasa, ketika ku berjalan masuk kerumah bermaksud akan mengambil switer ku didepanku sudah ada Yoochun mengambilkan baju hangatku. Dia memakaikaanya kepadaku dengan sentuhan tangan yang lembut dia dan membelai rambut panjangku, lau dia menarik tanganku menatap ku lama, sadar akan hal yang mulai kurasa tidak enak Yoochun memegang wajahku yang kurasa semakin memerah, dia mengarahkan wajahku kearah langit dan banzaiiiii

“Malam yang indah sekali langit malam ini begitu terang”.seruku

“Tak Seindah dirimu dalam hatiku” tambah Yoochun.

“Vita kemarikan tanganmu!”,

“Buat?”,

Dia meraih tanganku dan bersamaan dengan tanganya kami menunjuk sebuah bulatan terang yang begitu indah menerangi langit semesta ini.

“Bulan Purnama” seru Yoochun.

“Indah !”seru ku.

“Tak seindah dirimu dalam hatiku, dan kamu tahu dirimu lebih terang dibanding bulan purnama ini bagiku”

seraya menatap diriku yang masih menatap bulan purnama , ketika ku memalingkan wajah, ku melihat Yoochun tersenyum manis padaku.

“Kenapa kamu tersenyum ? ada yang lucu?”.tanyaku.

“Kamu lucu ketika melihat bulan purnama itu, begitu tatapan yang berbinar, andaikan bulan itu aku yang bisa kau lihat dengan tatapanmu itu“.

Aku kembali menatap bulan itu tapi, aku merasakan ada yang hangat Yoochun memelukku dari belakang dan menggenggam tanganku didepan dan menidurkan kepalanya diatas kepalaku menikmati malam yang indah dan terang walau semilir angin malam menusuk tulang  tapi begitu hangat terasa. Dia mulai melepaskan pelukanya dan membalikan tubuhku, memegang pundaku dengan keras dengan tatapan serius dia berkata ,

“Mungkin aku tidak bisa berharap banyak, tapi asalkan kamu tahu aku hanya ingin hidup, dan bisa bersamamu hanya itu, kau begitu berarti buatku, kau lebih dari apapun bagiku ”.

“Vita”, ucapnya lembut

“Emh?.”, jawabku yang masih mematung mendengar ucapan puitis dari Yochun.

Dia mengeluarkan sebuah kotak berbentuk hati berwarna merah dan diapun membukakanya. Aku melihat sebuah cincin bermatakan intan dan dibelakang tepat tertulis tulisan yang mengikuti bentuk cicncin yang  bulat “Make To destiny” sepasang cincin,  dan aku juga melihat mata cincin itu berbentuk kaligrafi VY dan love disekelilingnya yang berarti vita yoochun selalu dalam cinta ,diapun melanjutkan kata-katanya

“Aku cinta kamu, sekarang nanti selamanya ! would you to be my girl ?

Aku masih tersentak terbujur kaku jantungku berdebar kencang seperti mau copot langit seperti bersinar dipagi hari malam seperti tak terlihat derap gelapnya , seolah perasaanku melambung tinggi aku tidak bisa berpikir mataku kosong pikranku kosong yang ada hanya sesosok pria dihadapanku yang kini memintaku dengan serius sebagai kekasihnya.

“Yoochun are you try to kill me?”tanyaku.

“Kill you, I just wanna ask you to be my girl!”

Entah apa yang mebuatku menangis ku teteskan air mata yang menguntai dipipiku.

“Itu, semua itu !!, kata-katamu, ucapanmu, cincin ini semuanya !! kau seperti membunuhku” desahku.

“kenapa ? apa  kau mengartikanya begitu  ?”.heran Yochun

“Karena .. karenaa……. aku tidak bisa kalau tidak ada disampingmu aku ingin slalu ada disisimu”

Dengan sigap Yoochun menarik tanganku dan memeluk diriku didadanya dengan erat begitu hangat yang terasa, hatiku begitu hangat sehangat-hangatnya, air mataku menetes untuk kebahagiaan yang kudapat malam ini, aku tidak bisa mengatakan yang lain hanya bisa kukatakan

“Aku sayang kamu Yoochun !”.lirihku

Aku merasa Yochun mendekapku diriku lebih hangat dan erat

“Me too I love u so much, I give my wolrd only for love you now!”.

Aku makin mempererat pelukan ku karena aku tahu sekarang  aku mencintai Yoochun. Tak terselip tepikirkan Junsu, aku sudah terbawa suasana haru bersama Yoochun, dan aku hanya bisa berkata dengan senang

”AKU ADALAH KEKASIH PARK YOOCHUN”.

Hari-hari ku terus berlanjut menyenangkan , pagi-pagi berangkat sekolah selalu aku diantarkanya, pulang sekolah dia selalu menjemputku dan mengajakku jalan-jalan atau bisa diseebut itu ‘pacaran’. Suatu waktu ketika didalam mobil .

“huuhh cappe nii oppa, pelajaranya berat!”.

“Kasian gadisku ini kecapean, ok putri park Yochun siap menemani putri sampai putri ga merasa kecapaen lagi”, guyonya menghiburku.

Dia selalu membuatku tersenyum disela kelelahanku sebagai pelajar.

“Hwaiting ya honey, saranghaeyo vita”.

‘Dasar cowo lebay” guyon ku.

“Lebay ?”.bingungnya

Aku ini bego atau apa aku melupakan statusnya sebagai warga Korea Selatan yang tidak bisa bahasa Indonesia buatan kaya gitu hhahahaha…

Kasian juga pacar ku ini.

“Maaf sayang bukan apa-apa!”.

Yang kini aku dan Yoochun mulai sayang-sayanganya (huakhem)

Hhohoho…

Hubungan kami sudah berjalan 2 Minggu dan aku tahu Junsu belum mengetahui soal ini. Hatiku masih merasa ada sesuatu yang janggal dan meruapakan kesalahan yang besar dan akan melukai hati Junsu dan hari itu membuat hubunganku dan Yoochun benar-nbenar menjadi suatu kesalahan besar.

“Wah senengnya udah selesai pelajaran terakhir tinggal pulang deh!”

Ucapku senang.

“Cieh-cieh yang dijemput sama Yoochun ,suit suit,!”

Guyon teman-temanku.

Dan hari itu kelasku adalah kelas terakhir yang pulang disekolah dan aku melihat sosok pria dijauh sana melambaikan tanganya padaku dan aku tahu dia kekasihku Yoochun. Aku dengan semangat menghampirinya

Dia langsung memeluku dan menyuruhku menunggu karena dia akan mengambil mobil diparkiran. Ketika aku menunggu aku melihat seorang pria yang terlihat begitu cool dan tampan tapi tak secool dan tampanya pacarku Yoochun. Dan ternyata itu Junsu dia memanggilku dan berjalan kearahku namun aku bilang

“Stop Junsu biar aku yang menghampiri mu!”pintaku

Ketika aku akan menyebrang menghampiri Junsu, ada sebuah mobil yang melaju didepanku dan aku tahu teriakan itu

“Vitaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”.

Brakkkkkkkk. Braaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkk..braaaaaaakkkkkk

“Vittaaaaa” Teriak yoochun.

Lalu Yoochun berlari menghampiri tempat kejadian namun terasa mimpi aku selamat dan Yoochun sudah ada disampingku namun, Junsu dia sudah tergeletak dijalan dengan bersimbah darah .Dengan cepat aku berlari menghampiri Junsu. Air mataku tidak bisa terbendung aku menangis histeris aku berkata terbata-bata

“Aku gak mau kehilangan Junsu, Junsu aku mohon bangun aku sayang kamu aku mohon bangun”

air mataku terus membasahi pipiku, yang kurasa saat ini kenapa harus Junsu harusnya aku yang tertabrak aku berpikir terus akan Junsu dan tidak memikirkan Yoochun disampingku. Yoochun langsung menelfon  rumah sakit memanggil ambulance. Dengan air mata yang terus dan masih mengalir dari mataku aku melihat wajah tampan Junsu yang ku tahu begitu tampan kini begitu banyak berlumuran darah dari mulutnya dan luka luka disekitar wajahnya. Aku langsung merangkul badan Junsu dan menempatkanya dipangkuanku .Disela rasa sakitnya dia berbicara sebisanya :

“Vita apa kau baik-baik saja?” Tanya Junsu

“Junsu jangan pikirkan aku, aku baik-baik saja Junsu maafkan aku, ini salahku “ terisak-isak dalam tangisku.

“Ssst..ssttt Vita tidak usah menangis aku rela berkorban untukmu , aku akan menyesal bila uhukk, uhukk,,aku tidak bisa menyelamatkanmu”

“Junsu aku mohon”pintaku lirih didalam tangis.

“Ssstt Vita ini tidak sakit aku akan merasa lebih sakit apabila kamu yang seperti ini, ini tidak seberapa asalkan aku bisa melihat mu selamat dan tersenyum untukku, kamu ingta apapun akan ku lakukan demi kamu !”.

“Junsu “tangisku membludak.

“Aku mohon tersenyumlah untukku, dan uhukk uhukk “

Junsu mengeluarkan batuk darah. Aku tidak peduli Junsu akan membasahi bajuku dengan darah sebanyak apapun.

“Junsu jangan seperti ini”.ucapku yang tak sanggup melihat Junsu kesakitan.

“Sayang aku mohon tersenyum, buat aku tersenyum juga”.

Aku tersenyum dengan air mata penuh membasahi wajahku. Junsu menyeka air mata dipipiku jarinya sudah berlumur darah namun aku tidak peduli dia akan mewarnai mukaku menjadi merah karena darah.

“permintaanku yang terakhir aku ingin menjadi kekasihmu”

tersendat-sendat junsu berucap sebisanya karena menahan rasa sakit yang begitu amat sakiiiittt.

“Junsu”. Tangisku

Disela sakitnya yang aku tahu itu begitu sakit dia tetap sempat melantunkan kembali kalimat yang pertama ia gunkan untuk mengungkapkan isi hatinya padaku

“,nobody cant stop me to say I love you”.

Sambung aku menjawab

“Aku syang kamu, aku cinta kamu Junsu aku mau jadi kekasihmu”

“Komawao vita, sekarang kita sudah menjadi sepasang kekasih ,kini aku rela mati demi kamu Saranghaeyo vita”

Dan itulah kata terakhir yang ia ucapkan padaku.

Ketika itu Junsu pun langsung tak sadarkan diri dipangkuanku aku berteriak sekeras-kerasya

“Junsuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu”.

Ambulance pun akhinya datang dan membawa Junsu kerumah sakit hatiku bimbang airmataku berlinang tak terhenti didalam ambulance aku terus memegang tangan Junsu yang sudah mulai mendingin aku takut kehilangan Junsu aku takut ada apa-apa dengan Junsu. Aku sayang Junsu.

Aku tahu ini salah membiarkan Yoochun melihat adegan yang pasti menyakiti hatinya tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memikirkan Junsu hanya Junsu. Aku tahu aku salah. Sampai dirumah sakit Junsu langsung dibawa keruang ICU aku dan Yochun menunggu diluar, Yochun menghubungi keluarga Junsu dirumah, dan ia menghampiriku,

“Sayang tenanglah jangan menyalahkan dirimu terus-menerus itu bukan kesalahanmu!”. Seru Yoochun.

“Yoochun aku,  akuuuu…!”. (terisak ku dalam tangis)

“Sudah”..

Yoochun dengan sigap langsung memeluku dan aku mempunyai kesempatan untuk menangis tanpa suara didekapan Yoochun. Dokter pun akhirnya keluar dari ruang ICU dan berhasil menjahit semua luka-luka Junsu dan Junsu sudah melwati masa-masa kritisnya stelah beberapa jam. Aku sangat bahagia mendengar ini namun ada suatu masalah Junsu mengalami benturan keras dikepalanya sehingga dia tidak bisa mengingat banyak dan hanya ada suatu ingatan dimana Junsu hanya ingat aku sebagai kekasihnya.

2 BULAN MASA PEMULIHAN JUNSU

“Sayang bisa kesini sebentar” seru Junsu.

“Iya sebentar Junsu”…

“Sayang aku ingin jalan-jalan keluar menghirup udara segar aku bosan diam diruangan ini” pinta Junsu

“baiklah”.

Sreeetttttt.

Pintu kamar Junsu terbuka orangtua Junsu, orantuaku dan orantua Yoochun datang menjenguk Junsu. Dan pembicaraan orantua pun dimulai dengan membahas hubunganku bersama Junsu yang sudah berjalan sekitar 2 bulan aku dan Junsu hanya bisa tersenyum dan tersipu malu mendengar obrolan orangtua kami yang makin lama makin aneh.

Tapi aku tahu siapa yang harus kudatangi ketika ini, Yoochun. Dia masih menjadi pacarku, dia membiarkanku menjadi kekasih Junsu. Yang artinya aku telah menduakan mereka. Namun suatu hari yang tak kukira Yoochun mengatakan hal ini.

“Lebih baik kau memutuskan aku!”

Aku tersentak mendengarnya

“Yoochun maksudmu?”.

“Iya ini untuk kebaikan bersama aku merelakanmu untuk sahabatku demi kesembuhan Junsu, kamu mau kan demi aku, Junsu dan kita ?”

Dengan senyum yang sedikit mengiris hati ini  aku langsung memeluk Yoochun

“Komawo Yoochun kamu bisa mengerti maafkan aku, aku tidak bisa menjadi kekasih yang baik bagimu, tapi aku akan menjadi apapun yang lebih baik untukmu !”

“Aku tahu karena kau tetap bulan purnama yang terang yang ada dihatiku hanya kamu, i love you”.

Aku tahu itu begitu berat bagi Yoochun untuk melepaskanku, dilihat dari kegigihanya mendapatkan ku dan akhirnya dia melepaskanku. Aku sangat bertrimakasih kepada Yoochun atas sikapnya yang amat dewasa. Dia memeluku dan terakhir dia mencium pipiku. Aku tahu itu ciuman kasih sayang dari Yoochun aku senang sempat menjadi kekasihnya. Akhirnya aku menjadi kekasih Junsu walaupun masih ada hatiku untuk Yoochun tapi akhirnya kami bisa mengatasi rasa cinta menjadi kasih sayang. Dan aku menfokuskan untuk kesembuhan Junsu dan aku tahu aku sayang kedua-duanya mereka orang-orang terpenting dalam hidupku. Mereka adalah orang-orang yang aku sayangi dari semua in aku bisa mengambil sebuah pelajaran Love is not destiny but one realased heart for only one loved. Sehingga dalam kehidupanku aku bisa menyayangi 1 orang dan mencintai 1 orang . Mereka menyayangi dan mencintaiku juga..Karena itu aku merasa hari-hariku lebih terang sebagai pelajar yang masih duduk dibangku kelas 1 SMA seperti aku ini, kisah ini begitulah amat berharga.

Karena ada perasaan yang membuatku senang dan mengerti apa yang kita korbankan dan untuk apa kita mengorbankanya.

Junsu and Yoochun say

“I LOVE VITA”

~The End~

mian baru di post.. bnr” kelupaan soal ff ini..^^ klu ad yg kirim ff lgi..^^ tolong britahau via e-mail at fb at twitter y..^^ gomawo..

Cre: Fourseasoncarnival@4SC, Twitter: @Sainnie_1 at @4seasonCarnival, Fb: four seasons carnival

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.